Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 10 Agustus 2012

Peran Mahasiswa sebagai Agent of Change, Social Control dan Iron Stock

 

          Kita semua tentunya sudah mengetahui bahwa telah banyak kasus kriminal yang terjadi di negeri ini, baik yang nyata terlihat ataupun yang masih terselubung dan beritanya belum muncul di permukaan. Tindakan yang dilakukan oleh oknum oknum elit tersebut jelas  berdampak negatif bagi masyarakat dan bagi kelangsungan proses pembangunan bangsa. jika hal ini terus dibiarkan, maka bukan hanya rakyat sajalah yang mengalami kesengsaraan, negara ini juga akan mengalami kemunduran.Dalam hal ini, mahasiswa sebagai kaum intelektual terdidik memiliki peran  besar dalam memberikan sumbangsih pemikiran pemikiran yang cerdas dan kritis untuk mengatasi problematika tersebut.  Sebagai bagian dari masyarakat, mahasiswa hendaknya mampu menjalankan perannya dengan baik sehingga mampu menciptakan  kemajuan dan kesejahteraan bagi bangsa . adapun peran mahasiswa tersebut dibagi menjadi 3.

                Pertama, mahasiswa sebagai Agent of Change. Peran tersebut memiliki pengertian bahwa  mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan yang diharapkan dalam rangka kemajuan bangsa. seorang mahasiswa hendaknya mampu memberikan ide ide kreatif dan membangun bagi terciptanya suatu perubahan ke arah yang lebih baik.  Terbukti, bahwa kaum muda yang terpelajar dapat menciptakan perubahan yang amat besar. Sikap kritisnya dapat membuat pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas. Namun pada era globalisasi sekarang ini sangat disayangkan sekali, mahasiswa yang dianggap sebagai agent of change justru bertindak sebaliknya. Tidak sedikit mahasiswa yang bertindak anarkis. Misalnya ketika mereka berdemo menyampaikan aspirasinya dan lain sebagainya mereka membubuhinya dengan tindakan anarkis. Seharusnya sebagai siswa yang telah bergelar “maha” yang artinya berada pada tingkatan pendidikan yang paling tinggi, seorang mahasiswa mampu memosisikan dirinya dalam masyarakat. Apalagi ketika terjadi  suatu permasalahan. Seharusnya dengan bekal ilmu yang didapatnya seorang mahasiswa mampu menyelesaikan problem tersebut secara tepat dan bijak. Misalnya dengan cara berdiskusi. Memusyawarahkan satu sama lain untuk mencari solusi yang paling tepat untuk masalah tersebut. Tukar pendapat dan lainnya, Bukan dengan cara anarkisme yang  bukan akan membawa perubahan yang lebih baik bagi bangsa namun justru membawaperubahan yang semakin buruk dan merugikan. Tapi walau begitu, untunglah masih banyak juga mahasiswa mahasiswa yang telah melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui program program tertentu dan lembaga kemasyarakatan.
                Selain hal tersebut diatas, “social control” adalah juga merupakan peran mahasiswa selanjutnya sebagai generasi muda penerus bangsa. setelah melaksanakan misi sebagai agent of change maka seorang mahasiswa harus bisa melakukan control sosial, yaitu mengontrol segala bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh para penguasa negara sehingga tidak terjadi lagi kedzaliman kedzaliman yang dilakukan oleh kelompok penguasa terhadap kelompok minoritas. Mahasiswa harus berani melawan sistem jika itu memang tidak sesuai dengan nilai nilai kemanusiaan. Jangan mau diatur oleh sistem tapi kita lah yang harus bisa  mengatur sistem agar terwujud bangsa yang sejahtera. Jadi disini mahasiswa bukan hanya mengamati tapi juga harus terjun dalam masyarakat itu sendiri. Mahasiswa harus bisa mengabdi kepada masyarakat. Mahasiswa yang acuh terhadap masyarakat menyebabkan munculnya sikap apatis dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap dirinya yang berlanjut pada renggangnya hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat.
Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan, menggantikan generasi sebelumnya dalam melanjutkan pembangunan dan menciptakan kemajuan bangsa. organisasi apapun pasti akan ada pergantian pemimpin dari generasi tua ke generasi muda. Oleh karena itulah mahasiswa sebagai generasi muda tersebut haruslah mempersiapkan diri dengan sematang matangnya agar nantinya bisa menjadi generasi yang bisa dibanggakan oleh masyarakat dan bangsa tentunya.
Dari ketiga uraian tersebut jelaslah bahwa mahasiswa adalah kader yang sangat ditunggu tunggu kehadirannya. Maka point utama yang harus ditanamkan sejak dini adalah akhlak mulia. Tanpa point itu, secerdas apapun dan sekritis apapun sikap mahasiswa tersebut tidak akan bisa membawa bangsa kita ke bangsa yang  benar benar maju dan beradab. Disamping itu pengetahuan dan pengaalaman berorganisasi serta kaderisasi juga sangat diperlukan untuk dapat mencetak generasi-generasi pemimpin bangsa yang benar benar unggul dan berkompeten untuk mewujudkan cita cita bangsa kita, bangsa indonesia.

               


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar